Senin, 01 Juni 2015

Kasus Perekonomian Internasional minyak kelapa sawit







NAMA : NOVI NURPITA
NPN  : 2B214881


Contoh Kasus Perekonomian Internasional

             Pasalnya Indonesia menganggap Pakistan telah berbuat tidak adil terhadap minyak kelapa sawit mentah Indonesia. Pengaduan ini bertujuan untuk mengembalikan keleluasaan eksportir Indonesia dalam menaikan kembali volume ekspor minyak sawit mentah ke Pakistan. Selama ini volume ekspor turun 35%.
            Sikap tidak adil ini di karnakan Pakistan memberlakukan bea masuk import yang berbeda antara Indonesia dan Malaysia. Bea masuk CPO Malaysia lebih murah 14 Dollar AS per ton dibanding bea masuk CPO Indonesia. Bea masuk CPO dari Malaysia di turunkan dari 15,5% menjadi 5,5% sejak 1 Januari 2008. Imbal baliknya, Malaysia membebaskan bea masuk jeruk kino dan kapas Pakistan ke negaranya. Ditenggarai, mulai 1 Januari 2010, bea masuk CPO Malaysia ke Pakistan kembali diturunkan menjadi 5%. Akibatnya, pengusaha pengolahan minyak nabati di Pakistan lebih memilih CPO Malaysia yang otomatis lebih murah.
Perbedaan Bea Masuk dari Pakistan untuk Indonesia dan Malaysia
            Perbedaan bea masuk merupakan contoh kasus perenomian Internasional yang serius. Untuk itu, Indonesia ingin menyelesaikannya melalui forum multilateral di bawah WTO. Penurunan volume ekspor CPO Indonesia ke Pakistan juga di pengaruhi oeh menurunnya permintaan di pasar Pakistan. Bila volume eksport CPO ke Pakistan berkurang, otomatis pemasukan untuk kas negara pun mengalami penurunan. Pemasok terbesar CPO ke negara Pakistan adalah Indonesia dan Malaysia. Pakistan justru memberlakukan bea masuk yang berbeda, yang akhirnya memicu ketimpangan tarif.